24 October 2013

RIP - Mikael 'Aris' Pehan Wutun Jumat Agung

22 oktober 2013

sore itu mama ngabarin kalo ka aris (seharusnya om aris) drop.  sesampai dirumah, papa udah terlihat lelah banget. akhirnya mama minta tolong masmur nganter mama papa ke RS tempat ka aris dibawa oleh ambulans dari cikarang, rumahnya. tapi saat mama papa lagi mau siap-siap, ternyata ada telpon dari tetangga ka aris yang mengabarkan, kalau ka aris udah 'ga ada'. rasanya itu kebohongan besar! ka aris itu kuat, ka aris ga mungkin ninggalin cello!

akhirnya mama, papa, masmur pergi ke RD. Carolus Salemba untuk nemenin ka farah (istri ka aris) dan cello, juga nemenin jenasah ka aris. besoknya, aku, stephi, dan michael baru bisa nyusul naik taxi, dengan perasaan ga tega ninggalin guguk sendirian dirumah. sampai disana, rasanya baru percaya kalo ka aris udah ga ada :'( ngeliat jenasahnya yang udah mengeras, seakan hati ini ada yg nusuk-nusuk. apalagi liat cello yang masih dengan lugunya berceloteh "papa dari tadi tidur kok ga bangun-bangun?" pertanyaan yang bikin papa nangis dan pergi karena ga tega bikin ka aris makin sedih.

cello yang awalnya ga berani megang papanya, akhirnya berani megang dan mengelus wajah dan tangan papanya. bahagianya ka aris, setidaknya dia merasakan belaian tangan anaknya untuk terakhir kalinya sebelum dia dimakamkan. cello yang berulang kali berdoa, hanya mengatakan "papa ganti motor ya, biar tina (pengasuhnya) dan mama bisa bawa motor untuk antar cello sekolah". kata-kata polos untuk kedua perempuan yang akan menemani hari-harinya kelak, karena mereka ga bisa bawa motor sama sekali, supaya motor bebek satu-satunya bisa diganti motor matic, supaya lebih mudah di bawa oleh mereka. karena aku yakin, ka farah akan menangis di pemakaman, aku lebih menguatkan dan memberi pengertian sama cello. kataku, "cello, nanti papa kan dikubur dan ditutup tanah, cello ga boleh nangis yah. cello temenin mama terus. nanti abis dikubur, papa pergi ke surga sama papa besa (pakde yg 100hari sebelumnya sudah dipanggil Tuhan terlebih dahulu)". lalu aku disahut oleh cello, "papa pergi ke surga sama Tuhan Yesus!", dan aku hanya bisa mengangguk.

di pemakaman, tepat setelah penguburan usai, hujan deras sekali. semua yang hadir langsung berbondong-bondong pulang. tinggal keluarga ka farah dan kami keluarga ka aris. aku hanya duduk di samping makam ka aris, dan berdoa dalam hati, menguatkan diri dan semoga doa itu pun menguatkan ka aris, bahwa tak akan ada yang meninggalkan dia, dia selalu ada dalam hati kami semua. isi doa-ku, "ka aris gausah takut ditinggal sendirian, kita semua pasti selalu inget kaka. jadi bilang sama Tuhan, redakan hujan ini, biarkan kami pulang. kita semua sayang kaka." dan ga lama setelah berdoa, hujan pun reda. makasih ka aris, semua yang kau lakukan dari dulu hingga sekarang, akan terus terekam dalam hidup kami. kaka udah seperti anak bagi papa-mama, karena dari kuliah, kaka udah bersama kami. walaupun kamu om (seharusnya), tapi aku udah anggap kaka sebagai kaka kandungku.


terima kasih karena menjadi pelindung kami bertiga (aku, stephi dan michael) saat kami ditinggal papa-mama ke jogja, melayat simbah putri. dan semalam saat doa rosario dirumah, persis hanya kami bertiga lagi, karena mama-papa sedang ke RD. Carolus pun, engkau datang dalam rupa kupu-kupu, yang keluarga kami yakini bahwa kupu-kupu adalah arwah keluarga dekat yang sedang bertamu.

terima kasih atas kehangatan kaka sebagai keluarga kami. terima kasih telah menghadirkan sepupu kecil yang lucu dan imut, marcello patrick wutun. reinkarnasi dari kaka yang aku yakin, dia akan tumbuh sebagai michael 'aris' pehan wutun jumat agung, junior. dia akan penuh kasih dari orang sekitar, karena orang sekeliling yang juga mengasihimu dan menyayangimu. tenanglah kau di Surga. kuatkan ka farah dan cello. doakan supaya ka tina pun juga setia menjaga keluarga kecilmu. selamat jalan kaka, we love you!

No comments: